kamu cari apa?

abis baca tulisan ustadz Salim disini

“Kita memang hanya akan dipertemukan”, tukas Buya dengan senyum teduhnya, “Dengan apa-apa yang kita cari.”

#jlebb kesan pertama sehabis membacanya. Aahh… benar sekali, membuatku teringat saat-saat beberapa tahun kebelakang. dengan mudahnya mampu mendapatkan kawan dari dunia maya yang sebagian masih membersamai hingga kini dan telah menjadi sahabat.

we just met in words and we feel like we are an oldfriend. begitu banyak yang bisa dibagi seakan bertemu dengan seorang kawan lama.

Baginda Rasullullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda

الأرواح جمع روح وهو الذي يقوم به الجسد وتكون به الحياة

“Ruh-ruh itu bagai pasukan yang dibariskan,” ujar beliau sebagaimana diriwayatkan untuk kita oleh Imam al-Bukhori dengan riwayat shohih, “Jika mereka saling mengenal, maka bersepakatlah mereka. Jika mereka saling merasa asing, berselisihlah mereka.”

No wonder yah… kenapa bisa jadi seakrab itu dengan mereka yang baru kenal. ternyata punya frekwensi yang sama. frekwensi diri ini akan menarik mereka yang se-frekwensi. begitu frekwensi bergeser sedikit, pindah pula kawan yang mendekat. berganti dengan mereka yang semisal sifatnya.

Jadi, tak perlu lah bertanya kemana mereka yang dulu selalu mengingatkanmu dalam ketaatan. Tengoklah ke dalam diri, adakah frekwensi dirimu bergeser sehingga mereka tak mengenalimu lagi. Yuk ah jaga frekwensi agar selalu dibersamai dengan mereka yang shalihah.

Ya Allah Maha Pembolak-balik hati, pertemukanlah hati kami berhimpun di atas cinta kepadaMu, berjumpa di atas ketaatan kepadaMu, dan istiqomah dalam memperjuangkan syariatMu.

 

#bismillah #belajarnulislagi

 

 

 

Jelajah Hati – meraih kekhusukan dalam sholat

oleh Ust. Syatori Abdurrouf, di donlot dari sini

 

Khusyuk itu bukan sebab, khusyuk itu akibat. Azas awalnya, apa yang terjadi di dalam sholat sebenarnya adalah apa yang terjadi di luar sholat. Sholat adalah cermin kita sehari2, siapa kita bisa dilihat dari sholat kita.

Persoalan khusyuk adalah persoalan sebelum sholat.

Sebelum sholat – ketika sholat – dan sesudah sholat.

Ketiganya merupakan satu kesatuan, yang – seharusnya – bisa membuat kita menjadi lebih baik. Baik sebelum sholat, baik saat sholat dan baik setelah sholat – yang merupakan juga kebaikan sebelum sholat berikutnya, seperti sebuah perjalanan.

Assholatu mi’rojul mu’min – Sholat itu adalah mi’rojnya orang beriman. Mi’roj itu naik, apa yang naik? Yang naik adalah jiwanya, jiwa kita kita, naik untuk bertemu Allah SWT.

Khusyuk itu bukan perbuatan badan – khusyuk itu perbuatan hati. Sholat seharusnya masuk ke alam jiwa, bukan ke alam badan. Namun sering kali kita tetap berada di alam badan. Kenapa hati/jiwa kita bisa terpisah dari perbuaan badan saat sholat? karena jiwa tertutup oleh 4 selimut kehinaan :

  1. Jiwa yang masih kotor oleh dosa, salah, maksiat dan sia-sia.
  2. Jiwa yang belum sepandangan dengan Allah SWT. apa yang baik menurut Allah – menurut kita tidak. Contoh sederhana : Jika jika disakiti orang lain, maunya Allah kita memaafkan orang itu, tapi mau kita “enak aja memaafkan” dan Allah tau itu. Ituu yang menyebabkan pertemuan kita dengan Allah tidak nyaman. Kita tidak tahan berlama-lama T_T
  3. Jiwa yang masih menghadap dunia. Pada saat sholat tidak ada tempat yang cocok untuk jiwa di dunia, hadapkan jiwa hanya ke Allah SWT.
  4. Jiwa yang belum mau eling (ingat)

Ada 3 ciri jiwa yang tidak eling :

  • berbuat salah sesuatu yang sudah diketahui itu salah, ex : ngomongin orang, udah tau kan kalo itu salah? Kenapa masih ngomongin?
  • memilih yang baik padahal ada yang lebih baik. Ex : Sedekah 1000 – baik, sedekah 5000 lebih baik, pilih mana? -___-
  • Lebih memilih kesenangan dunia dari pada kesenangan akhirat

Khusyuk itu persoalan alam bawah sadar, khusuk itu ga bisa pake pikiran, ga bisa diatur oleh pikiran. Banyak batu sandungan yang menyebabkan orang tidak inget Allah SWT. Misalnya syarat sahnya yang belum terpenuhi dengan baik.

Pesan spiritual di balik syarat sahnya sholat yang 4:

1. Berwudhu – mensucikan diri, dari kotoran badan, maupun kotoran jiwa.

Kotoran jiwa ada 4:

  • 1. dosa besar
  • 2. dosa kecil yang berketerusan
  • 3. dosa kecil yang berjarangan.
  • 4. Salah yang mengotori jiwa, dateng ke mesjid – nunggu iqomah sambil nonton tipi – ini salah tapi ga dosa, hal2 kecil seperti ini bisa mengotori jiwa :s

Cara mensucikan diri dari kotoran jiwa, Taubat sebelum sholat. Agar pada saat sholat jiwa kita bersih.

2. Menutup aurat, meluruskan sudut pandang kita tentang nilai2 dalam hidup – agar sudut pandang kita sama dengan Allah SWT.  Aurat itu sesuatu yang indah atau buruk? Kita cenderung menganggap aurat itu indah, sedangkan menurut Allah aurat itu harus ditutupi karena itu adalah keburukan, nah sudut pandang ini yang mesti dilurusken.

3. Menghadap kiblat – menghadapkan seluruh hidup kita ke akhirat

Segala apapun perbuatan dunia kita kita arahkan ke akhirat. Kalau tidak bernilai akhirat kita tinggalkan, jika bisa bernilai akhirat – ambil sebanyak2nya.

Kalau jiwa masih menghuni urusan duniawi, bagaimana kita bisa mi’roj.

4. Masuk waktu – sholat mengajarkan kita untuk sadar sebelum waktunya.

Jika kita sudah sadar, maka sepanjang waktu kita dalah untuk kebaikan. Kalau kita sudah selalu melakukan kebaikan – pastinya bisa mencapai khusyuk dalam sholat.

 

Berusaha menyadari jika seandainya itu adalah sholat yang terakhir – tidak boleh menyia-nyiakannya. Lakukan yang terbaik.

————-

dan masih teruuuus belajar tuk khusyuk… doakan saya 😀

berkata baik atau diam

video di atas tentang betapa berpengaruhnya perkataan buruk orang lain terhadap anak kecil di masa depannya. Ejekan dan panggilan buruk yang diberikan teman2nya. you have to believe that THEY WERE WRONG…

Jadi ingat satu hadist yang indah, dari kajian ini, hadis yang menunjukkan pada kita betapa mulianya akhlak Rosulullah SAW, betapa indahnya ajaran Islam.

Barang siapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir, maka hendaklah dia mengatakan yang baik… atau diam..

Nabi SAW tidak mengatakan hendaklah mengatakan yang benar atau diamlah..
Karena ada benar yang tidak baik..

Baik itu benar isinya, indah caranya, tepat waktunya, bermanfaat dan berpahala.

Jika engkau tidak mampu berkata yang demikian, maka diamlah..

Perintahnya itu “Katakan yang baik” dulu bukan langsung “yang benar”..

Maka yang cara mengatakan yang baik itu menjadi lebih utama. betapa indahnya ajaran Rosulullah SAW, betapa mulia akhlaknya.

Sayiddina Abu Dzar Al Ghifari pernah mengatakan sebuah kalimat yang benar.. tetapi tidak baik.
Sampai dia ditegur oleh Rosulullah SAW, “Engkau di dalam dirimu masih terdapat jahiliyyah.”

apa itu?

“Ketika engkau memanggil Bilal bin Rabah dengan kata-kata ”Hai anak muda hitam.”

Abu Dzar Al Ghiffari saja ditegur oleh Rosulullah dengan satu telunjuk jari mengarah kepada beliau “engkau di dalam dirimu masih terdapat jahiliyyah.”

Dan ketika itu apa yang dilakukan oleh Sayiddina Abu Dzar Al Ghifari?
Beliau kemudian menundukkan kepalanya ke bawah, beliau kemudian meletakkan kepalanya di atas pasir lalu menaburkan debu ke wajahnya dan mengatakan kepada Bial, “ya Bilal injak kepalaku dan wajahku ya Bilal, agar tertebus dosaku, agar terluntur kalimatku yang tadi kuucapkan. Ya ALLAH… aku sangat menyesal….”

Itulah Abu Dzar Al Ghaffari…
Seorang yang lurus lisannya, namun tak mudah baginya menjadi seorang yang berukhuwah karena keterusterangan lisannya..

berkata baik atau diam,

bukan berkata benar, karena yang benar tak selalu baik.

berhati2 dengan kata2 yang keluar dari bibirmu, jangan sampai menyakiti orang lain – terlebih orang tuamu, dan anak kecil, belajar diam 🙂

Permissible Jealousy – NAK

lagi2 lecturenya aa Khan :p *belum nemu tausiyah berbahasa Indonesia yang “nendang” macam si aa’ ini 😀

tidak diperkenankan cemburu (iri hati) kecuali dalam 2 hal:

1. Seseorang yang diberikan Allah kekayaan dan dia menghabiskannya di jalan Allah.

disini pake kata halakatihee = to destroy, menghabiskan – memusnahkan – seakan2 kekayaan itu harus dimusnahkan di jalan Allah gitu sepertinya ya… jadi inget ust. Yusuf Mansur nih yang bener2 kekayaannya itu dilakukan untuk #dawah.

2. Seseorang yang diberikan “wisdom” (kecerdasan) kemudian dia menggunakannya dengan baik.

Ketika dia mengetahui suatu ilmu, dia menjalankan hidupnya sesuai dengan pengetahuan yang di dapatkan.

Ada perbedaan antara knowledge dan wisdom.

Knowledge itu pengetahuan, ilmu, tidak susah seseorang untuk menguasai ilmu, menghafal al quran, menghafal hadis, tafsir dll. tapi pengetahuan itu tidak digunakan tuk hidupnya.

Wisdom disini kecerdasan, belajar itu ga sulit bagian yang sulit itu mendapatkan hikmah untuk menjalankan hidup berdasarkan ilmu yang dimiliki (you learn something beneficial and you ACT ON IT !!!) kalau udah menjalani hidup dengan wisdom selanjutnya mengajarkan orang tentang wisdom ini. – disini ga disebutkan mengajarkan ilmu, tapi mengajarkan wisdom.

may Allah make us people of wisdom and may Allah make us people who instill wisdom in other

aamiin allahumma aamiin

3 goal to be a better muslim

3 hal yang harus diperbaiki untuk jadi muslim yang lebih baik :

1. Ibadah

coba bikin goal dalam hal ibadah, misal sehari harus tilawah berapa lembar, dalam sebulan mesti ke kajian berapa kali.  Untuk ihwan mesti ke masjid 5waktu. Rubah ritme ibadahmu.

kalo kata aa’ mah pagi hari harusnya adalah waktu yang paling produktif untuk beribadah, rasakan bedanya kalo pagi hari kamu baca quran – sepanjang hari akan penuh kemudahan penuh barakah. si aa’ ngomongnya meyakinkan bener loh :)) #salahfokus

Jangan ngomong soal merubah dunia dulu, kalo belum bisa merubah harimu. Rubah hidupmu – rubah kebiasaanmu.

———

ini maksudnya pagi setelah subuh ya… saya kalo sebelum subuh baca quran kok belum merasakan kemudahan2 di kemudiannya ya.. ya iyalah abis subuh bubuk lagi 😥 

 

2. Pengetahuan – Ilmu

Sebisa mungkin tambah pengetahuan agamamu. Seharusnya kalo pengetahuan bertambah ibadahnya akan bertambah baik – kalo pengetahuan bertambah tapi ibadahanya masih gitu2 aja berarti ada yang salah *ngomongsamacermin*

aa’ menganjurkan untuk buat target/pencapaian, misal : tiap tahun mesti baca sirah yang berbeda dari sumber yang berbeda. karena pasti ada perbedaan disana. Karena hidup Rosulullah SAW adalah visi hidup kita, kita harus mengetahuinya biar makin cinta. Dan rasakan sholawat yang kamu ucapkan akan lebih memiliki nyawa jika kau telah begitu mengenal Rasulullah SAW – otomatis ibadahmu akan lebih baik lagi.

Bikin pencapaian dalam 1 tahun harus hafal surat apa aja, gak cuma hafal ayatnya – tapi mengerti makna – mengkaji tafsirnya. karena hafalan dan mengerti maknanya itu harus 1 paket. Fokus 1 surat dulu sebelum beralih ke surat lainnya, kaji semuanya dari surat itu. the more you recite it the more you understand it.

Hafalin juga doa baru dan amalkan setiap hari.

harus selalu bertambah tiap tahunnya. semunguuud… ^_^

 

3. Kegiatan sosial – membantu orang lain

jadilah sukarelawan, be a part of something, but do it for your self – ga perlu woro2 di twit or di publish di facebook,

Just do it for your self and it will make you a better person 😉