lelaki-wanita terindah

1) Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan wajahnya; melainkan yang bisa membuatnya merasa sang tercantik di dunia. #MKMM

2) Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar ototnya, melainkan yang mampu mendengar, memahami, & mengerti curahan hatinya.

3) Lelaki terkaya bagi wanita, bukanlah yang terbanyak hartanya. Tapi dia yang pandai bersyukur & mengungkapkan terimakasih padanya.

4) Lelaki tershalih bagi wanita, tak sekedar yang banyak ilmu agama & rajin ibadahnya; tapi juga dia yang paling mulia akhlaqnya.

5) Lelaki terhebat bagi wanita, bukanlah yang mampu membelikan apapun untuknya; tapi yang wajah & bahunya siap menyambut senyum dan airmata

6) Lelaki tercinta bagi wanita; dia yang prasangka tak mengalahkan kemuliaan budinya; yang kekesalan tak mengalahkan pengertian dan maafnya.

7) Wanita tercantik bagi pria terbaik; mungkin bukan yang paling jelita; tapi yang jika dipandang memberi tenang, hingga surgapun terbayang.

8) Wanita terkuat bagi pria semangat, bukanlah dia yang merasa hebat; tapi yang menundukkan diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat.

9) Wanita terdahsyat bagi pria penuh tekad, bukan yang pesonanya memukau banyak mata; tapi yang siap jadi madrasah cinta bagi anak-anaknya.

10) Wanita paling kukuh di kehidupan pria nan utuh, bukan yang tak pernah menangis; tapi senyumnya meneguhkan; airmatanya pengingat taqwa.

11) Wanita paling bermakna bagi pria bahagia; dia yang kala berpisah menenangkan, kala berjumpa menggelorakan, tiap masa saling menguatkan.

12) Wanita terkaya di hati pria jatmika, bukan yang bertumpuk harta; tapi yang ridha pada halal semata; qana’ahnya jadi simpanan tak fana.

13) Pria-Wanita paling sakinah bukan yang tak pernah bersengketa; tapi awal-awal yang saling terjaga dari dosa karena kehadiran pasangannya.

14) Pria-Wanita paling sakinah bukan yang tak pernah tergoda di luar sana; tetapi yang bertekad bahwa cuma pada yang halal cinta dilabuhkan.

15) Pria-Wanita paling sakinah bukan yang sama diamnya; tapi yang membangun tautan hati; kadang bicara tanpa kata, mengerti tanpa menanti.

16) Pria-Wanita paling sakinah tak hanya tentram kala bersama; tapi jua kala berpisah; saling menitip pada Allah, saling percaya karenaNya.

17) Pria-Wanita paling mawaddah tak hanya mencintai dengan caranya; tapi belajar selalu wujud cinta macam apa yang diharapkan pasangannya.

18) Pria-wanita paling mawaddah tak merasa telah mengenal pasangannya; baginya sepanjang hidup ialah ta’aruf yang menyediakan kejutan indah.

19) Pria-wanita paling mawaddah menerima pasangan apa adanya, tanpa menghalangi saling menguatkan tuk menjadi semakin baik di bilangan hari. sumber twit ust Salim A. Fillah

*edisiisengcopasyangbeginian ūüėõ
** demiupdateblog (facepalm)

 

~ sebenernya ga iseng2 banget sih, someday pingin diprint terus dipajang di dinding rumah agar selalu jadi pengingat. Jadi di dalam rumah akan ada lelaki dan wanita terindah – insyaallah _ aamiin

Advertisements

rizky “Dari Mana” & “Untuk Apa”

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban “Dari Mana” & “Untuk Apa” atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.

Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat, & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya? Ikhtiar itu laku. Rizqi itu kejutan.

Ia kejutan tuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, “Buat apa?”

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di’adzab.

Banyak yang mencampakkan keikhlasan ‘amal demi tambahan harta dikata tuk bantu sesama; lupa bahwa ‘ibadah apapun semata atas pertolonganNya.

Inilah hidup kita; Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in; kita mengibadahiNya & memohon pertolonganNya agar mampu menyempurnakan ibadah padaNya.

Dengan itu kita mohon “Ihdinash Shirathal Mustaqim”; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat.

Maka segala puji bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah menjadi sempurna semua kebajikan.

 

dari twitnya ust. Salim A. Fillah

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?”

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu masih mengandalkan makhluq, membanggakan ilmu, & bertawakkal pada diri?

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu mengabaikan perintahNya, mempertanyakan aturanNya, meragukan hukumNya?

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu merasa aman durhakaiNya, tenang saja bermaksiat, & menikmati dosa-dosa?

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu patah arang dalam susah, putus asa pada taqdir, menyerah kala diuji?

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu penuh buruk sangka, membanding-bandingkan anugrah, & meremehkan karunia?

“Mengapa kamu tak percaya kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Sungguh ibadahmu tak cukup membayar rizqiNya & usahamu pun tak sebanding karuniaNya.

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Merasa doamu tak dijawab padahal berlimpah yang diberikanNya tanpa kau minta!

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu takut menyampaikan yang benar & mencari ridha manusia dengan murkaNya?

“Mengapa kamu tak percaya kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu dunia lebih kau pentingkan dari akhirat, yang fana kau utamakan dari keabadian?

“Mengapa kamu tak percaya kebesaran Allah?” {QS 71: 13} Lalu harta terlihat kemilau, tahta tampak megah, & hidup melalaikanmu dari hisabNya?

Maafkan Shalih(in+at); ini tadi menegur diri sendiri dengan beberapa ricauan untuk direnungi. JzkmLlh khyrn turut jua bermuhasabah. Mabruk..

dari kicauan – @salimafillah

QS 64:11

Mohon maaf mengulang 12 Tadabbur Singkat QS 64:11 Shalih(in+at); moga manfaat, jadi bekal semangat, dengan iman yang hangat, di hari Jumat:) – @salimafillah

1) “Tiada satu musibahpun menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa beriman kepada Allah; Dia kan menunjuki hatinya..” {QS64:11}¬†#Q

2) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; Dia kan menunjuki hatinya”; agar rela pada ketentuan, teguh berkesabaran, & yakin pada ganjaran.¬†#Q

3) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; Dia kan menunjuki hatinya”; agar faham yang tertakdir takkan luput; yang bukan jatah tak menimpa.¬†#Q

4) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; Dia kan menunjuki hatinya”; hingga yakin bahwa ia dari sisi Allah; lalu hatinya berserah & ridha.¬†#Q

5) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; Dia kan menunjuki hatinya”; tuk mengikuti sunnah Nabi & teladan Shalihin dalam sikap & tindaknya.¬†#Q

6) Termasuk qiraah ma’tsurah adalah riwayat ‘Ikrimah yang membaca ayat ini bukan “Yahdi Qalbah” melainkan “Yahda’ Qalbuh”. MasyaaLlah:)¬†#Q

7) Maknanya menjadi, “Dan barangsiapa beriman kepada Allah; hatinya menjadi damai & tentram”; ajaib urusannya sebab jadi baik senantiasa.¬†#Q

8) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; hatinya menjadi damai & tentram”; syukurnya dalam nikmat & sabarnya pada musibah selalu memesona.¬†#Q

9) “Dan barangsiapa beriman kepada Allah; hatinya menjadi damai dan tentram”; iman adalah mata yang terbuka mendahului datangnya cahaya.¬†#Q

10) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; hatinya menjadi damai & tentram”; yakin bahwa di balik segala yang tertakdir ada hikmah indah.¬†#Q

11) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; hatinya menjadi damai & tentram”; cuma tertusuk duripun tergugur dosanya & terangkat derajatnya.¬†#Q

12) “Dan barangsiapa beriman pada Allah; hatinya menjadi damai & tentram”; bertambah taatnya, menguat taqwanya, kian kukuh tawakkalnya.¬†#Q

SEDERHANA itu indah – @salimafillah

1) #Sederhana itu memperindah semua. Yang berkuasa mulia. Yang jelata bermartabat. Yang kaya dicinta. Yang miskin terhormat.

2) #Sederhana itulah; bukan kemegahan gemerlap; yang lebih mudah mengundang doa-doa yang tulus & rahasia.. Dan juga cinta.

3) #Sederhana memang membuat kita rendah; di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia. Ia kehinaan semu; tak ada ruginya.

4) #Sederhana dalam makan, meringankan badan. Sederhana soal pakaian, meringankan perjalanan. Sederhana dalam papan, meringankan perjuangan.

5) #Sederhana dalam fikir; memudahkan tindakan. Sederhana dalam tutur; memudahkan hubungan. Sederhana dalam tampil; memudahkan kepemimpinan.

6) #Sederhana dalam takut menjauhkan maksiat. Sederhana dalam harap menguatkan taat. Sederhana dalam cinta melezatkan ibadat.

7) #Sederhana di keluarga mengeratkan ikatan; sederhana dalam berteman mengurangi dengki; sederhana dalam bermasyarakat menegaskan hormat.

 

Doa

Berikut dari kultwit @salimafillah tentang do’a beberapa waktu yang lalu, saya re-post tanpa no, agar membacanya lebih enak

Dan kitapun ingat; sebab Allah Maha Tahu; do’a bukanlah cara memberitahuNya akan apa yang kita butuhkan. Do’a itu bincang mesra padaNya. Maka teruslah berbincang mesra; hingga bukan hanya isi do’anya, melainkan berdo’a itu sendirilah yang menjadi kebutuhan & deru jiwa kita (Salim A. Fillah)

 

Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa; sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan; kita lalu menjadi hamba pendoa. Tentu saja meminta apapun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Allah Yang Maha Pemurah & Maha Penyayang. Sungguh kita dianjurkan banyak meminta; sebab yang tak pernah memohon apapun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan.

Hari-hari ini; kita disuguhi ajaran-ajaran antah-berantah tentang doa; yang katanya harus spesifik, tervisualisasi, LoA.¬†Tentang betapa jauh LoA dari ‚Äėaqidah Diin ini -meski sebagian memperkosa Dalil tuk membenarkannya; Guru kami @syarifbaraja @orangawam1 & @kupinang telah sudi membahasnya di waktu lalu.

 

Hari ini; mari sejenak belajar pada hamba-hamba terpilih tentang doa.

Hamba agung pertama adalah Musa; betapa payah dia berlari dari Mesir hingga Madyan; dikejar pasukan setelah membunuh. Kisah yang diabadikan Surah Al Qashash itu amat indah; bahwa dalam lelah & gelisah; Musa tetap tergerak menolong sesama. Ada 2 putri Syu’aib yang tersebab kehormatan diri tak ingin berdesak-desak; menunggu giliran memberi minum ternak. Maka Musa; yang walau perkasa tapi tenaganya tinggal sisa-sisa; menolong kedua gadis mulia itu dengan begitu ksatria. Seusainya; Musa bernaung di tempat yang agak teduh. Para Mufassir menyebutkan; dia begitu lapar & memerlukan makanan.

Tapi apakah kemudian Musa berdoa secara detail, spesifik, & divisualisasikan atas apa yang dia hajatkan?¬†Musa berdoa: ‚ÄúRabbi, inni lima anzalta ilayya min KHAIRIN faqiir.. Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap yang Kau turunkan¬†padaku dari antara KEBAIKAN; aku amat faqir, amatlah memerlukan.‚ÄĚ {QS 28: 24}.

Kalimat doa-nya dipilih dengan indah. Musa tidak menyebut hajatnya yang amat jelas; lapar. Musa tak menyebut kebutuhannya yang sangat mendesak; makanan. Dengan amat santun & mesra; dia mohon pada Rabb-nya kebaikan; & dia tahu; Allah lebih mengetahui yang terbaik baginya. 

Maka apa sajakah yang diterima Musa dari Allah atas doa yang tidak detail, tidak spesifik, & tidak tervisualisasi ini? Musa bukan hanya mendapat makan atas laparnya; tapi juga perlindungan, bimbingan, pekerjaan; bahkan kelak istri & kerasulan. Betapa Allah Maha Pemurah; doa hambaNya yang santun & sederhana; dijawab dengan limpahan karunia melampaui hajat utama.

 

Hamba agung kedua yang kita kan belajar doa darinya ialah Yunus, ‚ÄėAlaihis Salam; setelah dia marah & pergi dari kaumnya.¬†¬†Mari kita fahami betapa berat tugas da‚Äôwah Yunus di Ninawa; betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya.¬†Lalu diapun pergi sembari mengancamkan ‚Äėadzab Allah yang sebagaimana terjadi dahulu; pasti turun pada kaum pendurhaka.¬†Tapi dia pergi karena ketaksabarannya sebelum ada perintah Allah; maka Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain.¬†

Kita tahu; ringkasnya, Yunus dibuang ke laut dari atas kapal setelah 3 kali undian muncul namanya; lalu ditelan ikan. Menurut sebagian Mufassir; ikan yang menelannya ditelan ikan lebih besar; jadilah ia gelap, dalam gelap, dalam gelap. Bahkan ikan itu membawanya ke dasar samudera. Maka terinsyaf Yunus akan khilafnya; lalu menghibalah dia.

Bagaimana doa-nya? Apakah doa-nya detail, spesifik, & tervisualisasi; jika yang paling dihajatkan Yunus saat itu ialah keluar dari perut ikan? Tapi #doa-nya justru; La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin; Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya.‚ÄĚ {QS 21: 87} Indah & mesra; penuh kerendahan hati.

Apa yang diperoleh Yunus dari #doa yang amat tidak spesifik, tidak detail, & tidak tervisualisasi ini? Sungguh berlimpah! Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan; dia bahkan tak perlu payah berenang; karena ‚Äėdiantar‚Äô sampai daratan.¬†Dan bukan sembarang daratan! Ibn Katsir mengetengahkan riwayat; Yunus didamparkan di tanah yang ditumbuhi suatu tanaman. Ketika Yunus memakannya; tanaman itu memulihkan tenaga & kesehatannya setelah sakit & payah berpuluh hari di perut ikan & lautan.¬†

Yunuspun bugar, bersemangat, & berjanji pada Allah untuk nanti tak menyerah mendakwahi kaumnya; apapun yang terjadi. Tapi alangkah takjub penuh syukurnya dia; ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah.  

Doa sederhana itu diijabah; bebas dari perut ikan, selamat dari laut ke darat, tanaman pembugar, & berimanlah kaumnya!¬†Berkata Ibn Taimiyah; ‚ÄúDi antara seagung doa; ialah doa Yunus AS. Padanya terkandung 2 hal; pengagungan keesaan Allah¬†dan pengakuan akan dosa.‚ÄĚ Sungguh untuk bermesra dengan Allah & dikaruniai nikmat agung; 2 hal dalam doa Yunus ini cukup.

 

Memang demikianlah; ber-doa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan; sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana. Ber-doa itu berbincang mesra; agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu & kuasaNya yang sungguh Maha.

Di atas soal ‚Äėboleh-tidak boleh‚Äô; ada perbincangan tentang Adab kepada Allah SWT; hingga para ‚Äėulama memuji doa Adam AS.¬†Doa dengan kalimat imperatif (mengandung Fi‚Äôlul Amr/kata kerja perintah) sesungguhnya tak terlarang; tapi Adam ajarkan Adab.¬†‚ÄúRabbana zhalamna anfusana, wa IN LAM taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.. Duhai Rabb kami, kami telah menganiaya diri sendiri; ANDAI Kau TAK ampuni & sayangi kami; sungguh kami pastilah termasuk orang merugi.

‚Ä̬†Doa indah itu menghiba; merendah, mengakui lemah, fakir, salah, & bernodanya diri; disertai mengagungkan keesaan Allah. Sekali lagi; saya tak hendak mengatakan bahwa doa detail, spesifik, & tervisualisasi itu dilarang. Hanya, kita bicara Adab.¬†Mungkin boleh, -mungkin-; kekata, ‚ÄúSaya sudah doa sembari shadaqah sekian; kita tantang Allah yang sudah janji ganti 10 kali!‚Ä̬†Tapi dari sisi Adab; kita khawatir tak medapati tuntunannya dari insan-insan mulia yang doa-nya diabadikan oleh Al Quran.

 

Sebagai penutup; mari simak lagi doa seorang ahli ibadah yang detail, spesifik, & tervisualisasi.

Ibn ‚ÄėAthaillah pengisahnya.¬†Seorang ‚ÄėAbid ber-doa mohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja; sehingga dengannya¬†dia bisa tekun beribadah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga.¬†Maka Allah mengabulkan doa-nya dengan cara yang tak terduga; ia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara. Allah takdirkan di penjara dia diransum 2 potong roti; pagi & petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. Tapi apa yang dilakukan si ‚ÄėAbid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa di penjara; ‚ÄúMengapa ini terjadi?‚Ä̬†Dia tak sadar bahwa masuk penjara adalah jalan ijabah atas doa-nya yang detail, spesifik, & tervisualisasi; 2 roti/hari.

Demikian ya Shalih(in+at) bincang kita tentang doa. Maafkan segala yang tak terkenan. Selamat berbincang mesra denganNya:)